Perdamaian (Akkoord), Ratifikasi, dan Homologasi dalam Kepailitan

Terdapat perbedaan antara perdamaian dalam proses kepailitan dan perdamaian pada umumnya atau tanpa melalui proses kepailitan, yaitu:

  1. Mengikat seluruh pihak;
  2. Lebih formal;
  3. Perlu pengesahan (homologasi)
  4. Terhadap penolakan dalam homologasi dapat diajukan kasasi;
  5. Tidak berlaku bagi kreditor separatis dan kreditor didahulukan;
  6. Tujuannya pembagian aset;
  7. Peran kurator juga besar, dan
  8. Putusannya mempunyai kekuatan eksekutorial.

Akibat hukum dari dicapainya perdamaian adalah sebagai berikut:

  1. Setelah perdamaian, kepailitan berakhir;
  2. Keputusan penerimaan perdamaian mengikat seluruh kreditor konkuren;
  3. Perdamaian tidak berlaku bagi kreditor separatis, dan kreditor yang diistimewakan;
  4. Perdamaian tidak boleh diajukan dua kali;
  5. Perdamaian merupakan alas hak bagi garantor;
  6. Hak-hak kreditor tetap berlaku terhadap garantor dan rekan debitor;
  7. Hak-hak kreditor tetap berlaku terhadap benda-benda pihak ketiga;
  8. Penangguhan eksekusi jaminan utang berakhir;
  9. Actio pauliana berakhir;
  10. Debitor dapat direhabilitasi

Berakhirnya Perdamaian

Suatu perdamaian dalam kepailitan berakhir apabila:

  1. Rencana perdamaian tidak diterima oleh kreditor konkuren;
  2. Rencana perdamaian ditolak oleh pengadilan niaga dalam sidang homologasi; dan
  3. Perdamaian dibatalkan oleh pengadilan niaga.

Ratifikasi dan Homologasi

Suatu perdamaian sungguhpun telah disetujui oleh para kreditor konkuren menurut jumlah suara yang ditentukan dalam undang-undang, masih perlu disahkan oleh pengadilan niaga. Acara pengesahan ini disebut dengan istilah ratifikasi dan sidang pengesahan tersebut disebut dengan homologasi.

Dalam sidang homologasi, pengadilan niaga dapat menolak pengesahan suatu perdamaian jika ada alasan untuk itu. Alasan-alasan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Harta pailit termasuk hak retensi sangat jauh melebihi jumlah yang dijanjikan dalam perdamaian;
  2. Pemenuhan perdamaian tidak cukup terjamin;
  3. Perdamaian telah tercapai karena penipuan, kolusi dengan seorang kreditor atau lebih, atau penggunaan cara-cara lain yang tidak jujur, tanpa melihat apakah debitor pailit turut melakukannya atau tidak.
2019-11-06T18:19:05+00:00