Penangguhan Eksekusi Jaminan Utang (Stay)

Pengertian Penangguhan Eksekusi adalah dalam masa-masa tertentu sungguhpun hak untuk mengeksekusi jaminan utang ada di tangan kreditor separatis (kreditor dengan hak jaminan), kreditor separatis tersebut tidak dapat mengeksekusinya. Jadi dia berada dalam masa tunggu untuk masa tertentu, di mana setelah masa tunggu tersebut lewat, dia baru dibenarkan untuk mengeksekusi jaminan utangnya.

Tujuan penangguhan eksekusi adalah sebagai berikut:

  1. Penangguhan eksekusi dimaksudkan untuk memperbesar kemungkinan tercapainya perdamaian;
  2. Penangguhan eksekusi dimaksudkan untuk memperbesar kemungkinan mengoptimalkan harta pailit;
  3. Penangguhan eksekusi dimaksudkan untuk memungkinkan kurator melaksanakan tugasnya secara optimal.

Dalam Pasal 55 ayat (1) Undang-Undang Kepailitan ditentukan yang terkena stay adalah:

  1. Pemegang hak tanggungan;
  2. Pemegang hak gadai;
  3. Pemegang hipotik;
  4. Pemegang Fidusia, dan
  5. Pemegang jaminan kebendaan lainnya, seperti (a) pemilik barang leasing, (b) pemilik hak retensi kepemilikan, (c) pemberi sewa beli, dan (d) pemegang hak reklame

Dalam masa kepailitan, maka yang berwenang menjual harta jaminan utang adalah sebagai berikut:

1) Kurator

Kewenangan kurator yakni dalam waktu:

a) Dalam masa stay (penangguhan eksekusi), dengan alasan untuk keberlangsungan usaha debitor, tetapi dengan syarat sebagai berikut:

  1. Harta tersebut berada dalam pengawasan kurator, dan
  2. Sudah diberikan perlindungan yang wajar kepada kreditor separatis atau pihak ketiga. Perlindungan tersebut misalnya berua: ganti rugi atas terjadinya penurunan nilai harta pailit, hasil penjualan bersih, hak kebendaan pengganti, dan imbalan yang wajar dan adil serta pembayaran tunai lainnya.

b) Setelah lewat dua bulan sejak insolvensi

2) Kreditor

Kewenangan kreditor separatis atau pemegang hak jaminan utang yakni dalam masa:

a) Sebelum jatuhnya putusan pailit, kecuali dilakukan sita jaminan;

b) Setelah berakhirnya stay atau penangguhan eksekusi sampai dengan insolvensi;

c) Selama dua bulan sejak insolvensi

 

2019-11-06T17:30:40+00:00