Para Pihak Dalam Proses Kepailitan

A) Pihak Debitor Pailit

Pihak debitor pailit adalah pihak yang memohon/dimohonkan pailit ke pengadilan yang berwenang. Yang dapat menjadi debitor pailit adalah debitor yang mempunyai dua atau lebih kreditor dan tidak membayar sedikitnya satu utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih.

B) Hakim Niaga

Perkara kepailitan diperiksa oleh hakim majelis, tidak boleh oleh hakim tunggal. Baik untuk tingkat pertama, maupun untuk tingkat kasasi.

D) Hakim Pengawas

Tugas dan wewenang dari hakim pengawas menurut Undang-Undang Kepailitan adalah:

  1. Menetapkan jangka waktu tentang pelaksanaan perjanjian yang masih berlangsung antara debitor dan pihak kreditornya jika antara pihak kreditor dan pihak kurator tidak tercapai kata sepakat tersebut.
  2. Memberikan putusan atas permohonan kreditor atau pihak ketiga yang berkepentingan yang haknya ditangguhkan untuk mengangkat penangguhan apabila kurator menolak permohonan pengangkatan penangguhan tersebut.
  3. Memberikan persetujuan kepada kurator apabila pihak kurator menjaminkan harta pailit kepada pihak ketiga atas pinjaman yang dilakukan kurator dari pihak ketiga tersebut.
  4. Memberikan izin bagi pihak kurator apabila ingin menghadap di muka pengadilan, kecuali untuk hal-hal tertentu.
  5. Menerima laporan dari pihak kurator setiap tiga bulan sekali mengenai keadaan harta pailit dan pelaksanaan tugasnya.
  6. Memperpanjang jangka waktu laporan
  7. Menawarkan kepada kreditor untuk membentuk panitia kreditor setelah pencocokan utang selesai dilakukan
  8. Apabila dalam putusan pernyataan pailit telah ditunjuk panitia kreditor sementara tersebut atas permintaan kreditor konkuren berdasarkan putusan kreditor konkuren dengan suara simple majority.
  9. Apabila dalam putusan pernyataan pailit belum diangkat panitia kreditor, membentuk panitia kreditor atas permintaan kreditor konkuren berdasarkan putusan kreditor konkuren dengan suara simple majority.
  10. Menetapkan hari, tanggal, waktu, dan tempat rapat kreditor pertama
  11. Menyampaikan kepada kurator rencana penyelenggaraan rapat kreditor pertama
  12. Melakukan penyegelan atas harta pailit oleh panitera atau panitera pengganti dengan alasan untuk mengamankan harta pailit.
  13. Apabila tidak diangkat panitia kreditor dalam putusan pernyataan pailit, hakim pengawas dapat memberikan persetujuan kepada kurator untuk melanjutkan usaha debitor, sungguhpun ada kasasi atau peninjauan kembali.
  14. Memberikan persetujuan kepada kurator untuk mengalihkan harta pailit sepanjang diperlukan untuk menutup ongkos kepailitan atau apabila penahanannya akan mengakibatkan kerugian pada harga pailit meskipun ada kasasi atau peninjauan kembali.

E) Kurator

Kurator merupakan salah satu pihak yang cukup memegang peranan dalam suatu proses perkara pailit. Dan karena perannya yang besar dan tugasnya yang berat, tidak sembarangan orang dapat menjadi pihak kurator. Karena itu, persyaratan dan prosedur untuk dapat menjadi kurator ini oleh Undang-Undang Kepailitan diatur secara relatif ketat.

F) Panitia Kreditor

Pada prinsipnya, suatu panitia kreditor adalah pihak yang mewakili pihak kreditor sehingga panitia kreditor tentu akan memperjuangkan segala kepentingan hukum dari pihak kreditor. Ada dua macam panitia kreditor yang diperkenalkan oleh Undang-Undang Kepailitan, yaitu:

  1. Panitia kreditor sementara, yakni panitia yang ditunjuk dalam putusan pernyataan pailit
  2. Panitia kreditor tetap, yakni yang dibentuk oleh hakim pengawas apabila dalam putusan pailit tidak diangkat panitia kreditor sementara.

G) Pengurus

Pengurus hanya dikenal dalam proses PKPU, tetapi tidak dikenal dalam proses kepailitan

2019-11-06T13:57:11+00:00